Ibu Selamat Ulang Tahun
Posted 3 days ago

Teruntuk perempuan terhebat,

Ibu selamat ulang tahun

Rangkaian kalimat sederhana beruntai doa, harapan dan rasa terimakasih.

Ibu Selamat Ulang Tahun

Doa yang aku tujukan kepadamu akan selalu sama dengan apa yang aku pintakan dalam setiap sujudku. Mendoakanmu agar kau akan selalu sehat dan selalu diberikan rasa nyaman dalam kehidupanmu, Ibu. Mendoakanmu agar disisa umurmu selalu dilimpahkan berkah. Mendoakanmu agar selalu diberikan yang terbaik dari Yang Maha Pemberi.

Ibu selamat ulang tahun

Semoga engkau dapat selalu berada di dekat kami. Semoga engkau akan selalu tersenyum disetiap tolehan kami kepadamu. Semoga engkau dapat merasakan kebahagaian dan kami adalah penyebabnya. Semoga kami adalah alasan dari setiap gelak tawamu, Ibu. Semoga kami tidak akan pernah melihat bulir air yang disebabkan polah kami. Semoga kami dapat membalas semua yang telah engkau berikan kepada kami.

Ibu selamat ulang tahun.

Terima kasih untuk kesediaanmu menjadi bagian dari hidup kami. Terima kasih atas setiap senyumanmu yang selalu menyinarkan hangat dan semangat. Terima kasih untuk tetap hidup. Terima kasih atas sabarmu untuk membesarkan kami. Terima kasih atas semua yang telah kau berikan kepada kami.

Ibuku Sayang, selamat ulang tahun :)

We love ya Mom!

Senjamu
Posted 2 weeks ago

Kepada Ayah Tersayang,

 

Haruskah aku berterimakasih kepada seorang wanita yang memperjuangkan hidup dan matinya  di setengah abad yang lalu? Rasanya tidak berlebihan jika aku melakukan hal itu :)

Karenanya aku bisa menjadi putri kecilmu sampai saat ini,

Karenanya aku dapat memanggilmu manja dengan sebutan Ayah.

Nenek, terima kasih sudah melakukannya tanpa pamrih teruntuk kami di saat ini :)

Read More

GELEMBUNG
Posted 2 months ago

Aku berjalan sesaat ketika matahari berubah menjadi hangat untuk menyambut senja. Langkah pertamaku cukup ringan, berbanding terbalik dengan apa yang ada di dalam isi kepalaku. Menyusuri jalan yang sama sekali belum pernah aku lalui, membiarkan angin menjadi pemandu dalam jalanku kali ini.

Tak lagi berhembus, angin yang menuntunku hilang.

Meninggalkan aku tanpa petunjuk sama sekali di tempat yang terasing.

 

Tepuk tangan riuh sekelompok orang menyadarkanku. Mereka menyanyi dan menari dibawah reranting rindang. Menyenangkan sekali. Tiba-tiba ada sekumpulan gelembung yang melintas bersama angin. Rupanya angin tidak meninggalkan aku begitu saja, ia hanya pergi sejenak dan datang membawakanku gelembung yang merona.

Kembali angin menyisir rambut yang berjatuhan di depan mataku, bersamanya ada banyak gelembung-gelembung melintas di hadapanku, beberapa diantaranya menghilang secara tiba-tiba, melahirkan tetes air yang melukai mata.

 

Gelembung yang melintas ini sama seperti dirimu.

Gelembung-gelembung itu menampakkan rona pelangi saat sinar matahari jatuh menimpanya, dirimu pun akan merona saat ada banyak cahaya lain yang disekitar.

Melihat gelembung-gelembung itu menenangkan, sementara melihatmu dalam jangkauan pandanganku juga sangat menenangkan pun menyenangkan.

Rona pelangi yang terpantul pada gelembung menyilaukan, terkadang dirimu pun seperti itu, bersinar penuh pesona, menyilaukan.

Rona pelangi yang dipantulkan gelembung tidak selalu sama, sama seperti dirimu yang memiliki banyak sisi berbeda. Mengejutkan.

Saat gelembung menghilang tinggallah tetes air yang akan membuat air mata ini mengalir, pun dengan  dirimu, ketika kau menghilang air mata ini mengalir bahkan mungkin lupa bagaimana caranya untuk berhenti.

 

Jika boleh aku membandingkan, dirimu sama seperti gelembung-gelembung itu, indah, menyilaukan dan menyakitkan dalam seketika.

Posted 2 months ago / 13,010 notes / Via: misjudgments

Posted 5 months ago

Kemarin, tepat ditelingaku kau berbisik lirih, ucapmu kau sayang padaku, kau membutuhkanku dan kau akan kembali padaku kapan pun aku merindukanmu. Aku menginginkanmu secara utuh, dan aku tak ingin membagi hatimu dengannya.

Aku menginginkan kamu mengucap cinta padaku tanpa harus memunggunginya. Aku ingin kau membanggakan aku tanpa harus terlihat kikuk kepadanya. Entah apa yang menahanmu untuk melakukan itu semua.

Haruskah aku bertanya langsung padamu meskipun aku tahu pasti jawaban yang akan kau lemparkan padaku.

Dimana kau sembunyikan sejuta kata cinta yang aku kirimkan untukmu?

Dimana kau letakkan setumpuk rindu yang aku kumpulkan untukmu?

Dimana kau simpan kata yang menyatakan bahwa aku menginginkanmu seutuhnya?

Tak perlu kau jawab, Sayang, jika ternyata itu hanya akan membuat lubang besar disudut hati ini.

Posted 6 months ago

Delapan tahun sudah aku mengenalnya, tiga tahun aku berada disisinya, dan selama itu juga aku terus mendambanya. Kini, saat bercerita tentangnya, puluhan laci kecil dalam kepalaku terbuka, aku juga masih mengingat rasa yang pertama kali muncul saat melihatnya. Jauh di dalam dada ini ada yang berdebar saat dia menawakan diri untuk mengantarku pulang.

Aku masih mengingatnya dengan jelas seperti apa rasa itu, seolah baru saja terjadi kemarin. Komentar di jejaring sosialnya yang menolak untuk dihujani perhatian dariku. Nama kecil yang dia ciptakan untukku, aku masih mengingatnya dengan jelas.

Ribuan hari yang berlari tidak menyebabkan duniaku yang memujanya turut berlari. Duniaku masih berhenti tepat dihadapannya. Tak mampu untuk berpaling.

Posted 6 months ago

Aku rasa kita sudah berlari menjauh, menghindari jalan yang mungkin akan mempertemukan antara satu sama lain. Bukankah ini adalah kesepakatan yang telah masing-masing kita anggukan?

Lantas mengapa hari ini jalan kita bersinggungan lagi?

Kau muncul lagi di hadapanku, di jalan yang tengah ku tempuh. Berjalan dengan langkah mengayun, ringan. Sesekali, masih kau tolehkan pandanganmu kebelakang, ke tempatku yang terus menatap punggungmu sambil terus melangkah.

If you walk out on me

I’m walking after you

Tiba-tiba kakimu terhenti, lelah bisikmu. Lantas kita berjalan bersisian, lagi, setelah sekian lama. Kau memperlambat jalanmu sementara aku menyesuaikan dengan irama langkahmu. Kita, menyanyikan cerita, mengumandangkan tawa dan berkeluh kesah seperti yang sering kau lakukan saat itu, tapi kali ini berbeda. Ada senyum yang terbit saat kau mendendangkan keluhanmu.

Another heart is cracked in two

I’m on your back

Sebahagia itukah dirimu sekarang? Saat ini senyummu begitu mudah untuk diukir, bahkan ketika hatimu sedang mengeluhkan semua yang tak sejalan dengan inginmu. Kau bahkan bisa tertawa lepas sekarang, tak seperti ketika kita menjadi satu, dulu. Aku tak menyesal karena melepasmu.

Di penghujung jalan, bercabang, jalan mana yang akan kau tempuh? Sudahkah kita menetapkan jalan yang akan kita ambil? Bimbang, kau menatapku seolah meminta jawaban, tapi hati kecilmu sudah memutuskan. Kita tak akan pernah lagi menjadi satu. Kau kembalikan lagi hati yang sempat aku pinjamkan, dan dengan tersenyum aku menerimanya.

I cannot be without you matter of fact 

I’m on your back

Jika aku akan selalu melihatmu tersenyum, saat bersamanya, aku tak akan pernah menyesal karena telah melepaskanmu untuk menujunya.

Dan aku akan tetap ada dibelakangmu untuk menguntai doa, juga mendukung semua langkah yang kau ayunkan.

if you walk out on me

I’m walking after you

I’m on your back


Walking After You - Foo Fighters

Posted 8 months ago / 116,865 notes / Via: the-absolute-best-posts

(Source: gustavobarrionuevo)

Unspeakable andinpastBiar Kata yang Berbicara

Twitter

    Following

    Ask / Archive
    Shuffle / RSS

    Design by Athenability

     1/12  Next »